Monday, November 26, 2007

Good bye Complain-eR

“Jakarta panas banget !! “
“Gue bilang juga apa? Kalo udah gini kan sapa yang susah??”
“Dia ga pernah ngertiin gue”
“Macet banget siyy !!”

Complain…complain… complain… sadar ato ga? Rata-rata orang sehari melakukan complain (ato komplen) sebanyak 25 kali ato lebih *survey yang tak diketahui sumbernya* ;-p

Kenapa kok doyan banget siy komplain? Protes? Karena yah memang enak nyalahin orang, merasa diri kita tetap benar dan menyalahkan keadaan yang membuat semuanya jadi begini. Menyalahkan sesuatu selain diri kita sendiri adalah big relieve untuk sebagian orang (or most people?) ;-)

Padahal klo mau dipikir dengan akal sehat, kita protes knp hari ini panas itu sama aja seperti mempertanyakan knp matahari selalu bersinar jam 6 pagi? Maksudnyeeee.. mau kita protes seperti apa, itu tidak akan merubah keadaan. Memang klo kita protes cuaca yang panas selama sepanjang perjalanan ke tempat tujuan tiba2 langit akan berubah mendung dan hujan? Kayanya ga deh ;-)

Untuk sebuah proses keputusan yang kita telah ambil (bersama atau sendiri) dan tiba2 terjadi hal-hal diluar dugaan sehingga hasil akhir tidak sesuai rencana, siapa yang harus disalahkan? Siapa yang kita jadikan kambing hitam? Sejujurnya… dengan mencari siapa yang salah adalah bukan jalan keluarnya, dan lagi, mencari-cari kesalahan orang lain tidak akan merubah keadaan sedikitpun.

Daripada mencari kesalahan orang lain, lebih baik kita bersama-sama berpikir bagaimana caranya keluar dari problem ini, karena energi untuk mencari kesalahan orang lain dan mencari solusi adalah sama besar loh, ato malah lebih besar mencari kesalahan orang lain, karena plus marah2, plus ngambek berhari-hari dan plus2 lain yang pastinya menambah dosa juga ;-)

Tidak ada sesuatu yang 100% sesuai dengan yang kita inginkan, entah itu prosesnya atau hasil akhirnya? Itulah salah satu ciri khas dari kehidupan yang dinamakan ‘dunia’ nothing perfect !!

Beberapa minggu yl, di Oprah Show ada seseorang yang melakukan No-Complaint Campaign dengan cara tidak pernah mengeluarkan kata2 bernada negative selama sebulan penuh. Entah itu cuaca, suasana, pelayanan buruk atau hasil yang tak sesuai rencana. Tuhh…. Susah ga tuh? Sehari tanpa komplain aja rasanya seperti ada yang kurang, apalagi sebulan penuh? Dan apabila kita lupa dan melanggar, kita diwajibkan untuk melakukan ‘puasa’ komplain itu dari awal lagi…. Ck ck ck….

Coba kalo semua orang melakukan no-complaint campaign itu, sudah pasti dunia ga pernah ada yang namanya perang lagi ;-) *muluk amat yak*

Memang berat pertamanya untuk mengurangi kebiasaan komplain kita, tapi ga ada yang ga mungkin kalo berusaha.. awalnya sulit tapi kemudian less difficult, lesser, lesser.. and the rest will follow ;-)

Keuntungannya untuk kita apa? Wah banyak.. dengan hidup tanpa komplain, jiwa akan lebih tenang, lebih qonaah, dan yang penting kita baru saja ikut andil dalam make the world a better place.. ingat prinsip 3M, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil dan Mulai hari ini

Tuesday, November 20, 2007

Investasi ohh.. investasi

Kata2 yang menyenangkan bukan?? Ato malah menakutkan? ;-) Lohh knapa takut? Pasti karena bingung ya.. “emang apa yang bisa di investasikan? Lah wong untuk tiap bulan aja passs banget?” haha….sounds familiar ga siy? Dulu aku juga seperti itu, pendapatan sebulan setelah dihitung sana dihitung sini kok pas banget.. padahal itu sudah pengeluaran yang pasti2 aja loh ya.. blum sesuatu yang urgent dan tak terduga…

Dengan ber investasi, langkah sekecil apapun, sebenarnya kita sedang menuju ke tujuan akhir kita yaitu bebas secara financial, dimana bekerja bukan suatu keharusan tapi sebagai suatu pilihan..wahh enak bukan??

Ada banyak instrumen investasi yang bisa menjadi kendaraan kita untuk menuju financial freedom, tapi disini kita harus mencari yang TERBAIK dari banyak tawaran investasi yang sekarang beredar di pasaran. Contoh investasi yang banyak ditawarkan sekarang ini adalah deposito, unitlink, paper asset, emas, unit sewa, dan masih banyak lagi.

Nah sekarang kita berpikir bagaimana untuk menyisihkan sedikit saja dari pendapatan kita untuk nantinya bisa kita jadikan investasi dan otomatis pundi2 yang mengalir ke rekening kita akan bertambah, asik bukan?

Ini ada 2 tips dasar untuk mendisiplinkan diri kita sendiri demi meraih cita2 dalam ber investasi :

TUNDALAH KESENANGAN JANGKA PENDEK

Apa saja kesenangan jangka pendek itu? Banyak.. ada membeli baju, TV, mobil, hp baru, renovasi rumah (kalo ttidak urgent yah), makan diluar dll. Intinya semua barang dan hal2 yang membutuhkan uang tapi masuk dalam kategori konsumtif. Bukan barang2 yang kita beli tapi akan menghasilkan uang di kemudian hari. Seperti misalnya kita membeli computer, apabila computer hanya digunakan untuk main game, browsing, dll maka computer itu adalah barang konsumtif, tapi apabila computer tersebut dipake untuk menjalan online bisnis dan menghasilkan uang, maka computer telah berubah fungsi menjadi asset.

Daripada beli hp baru, padahal hp yang sekarang masih berfungsi dengan baik, alangkah baiknya kalau kita membelikan sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Atau bisa juga kita memiliki rekening khusus yang terpisah dari rekening sehari-hari sebagai tempat penyimpanan ‘uang sementara’ untuk menuju investasi yang lebih besar, misalnya down payment pembelian rumah.

Ada baiknya kita memiliki rencana keuangan selama satu bulan ke depan, akan disalurkan kemana saja pendapatan yang telah kita terima dan pada akhir bulan kita membuat evaluasi untuk mengetahui aliran keuangan kita ‘yang sebenarnya’.

Pasti banyak dari kita yang nantinya kaget dan takjub berapa banyak uang yang kita ‘hambur2kan’ untuk sesuatu yang tidak terlalu penting…hehehe…

Contoh :

Pengeluaran bulan ini :

Pembantu = 500,000
Bensin = 1,000,000
Makan siang diluar : (20,000 x 20 ) = 400,000
Nomat tiap senin bareng suami (20,000x4x2) = 160,000
Belanja bulanan = 1,000,000
Baju baru = 250,000

Total : Rp 3,310,000

Coba klo misalnya kita menunda untuk kesenangan sesaat kita dengan hal2 lain yang sama tapi lebih murah. Misalnya nomat diganti dengan nonton video dirumah, makan siang diluar diganti dengan membawa bekal dari rumah, beli baju baru ditangguhkan dulu. Total yang kita bisa tabung untuk bulan ini adalah 160,000+400,000+250,000 = 810,000… wah hasil yang lumayan kan? Coba kalau kita bisa komit untuk melakukan ini setiap bulan, dalam jangka waktu 1 tahun tabungan kita sudah bertambah hampir 10 juta… wow!

BIASAKAN SISIHKAN PENGHASILAN KITA

Membiasakan diri untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan kita adalah hal yang sangat dianjurkan. Untuk keluarga kami, aku membiasakan diri untuk menyisihkan 30% dari uang yang masuk ke rekening, dari gaji, bisnis, hadiah, apapun itu. Jadi kami berusaha untuk mencukupi kebutuhkan keluarga ‘hanya’ dengan 70% dari penghasilan kami. Apabila ini dirasa belum cukup, bearti kita yang harus menurunkan standard hidup kita atau menambah aliran uang yang masuk ;-)

30% yang telah disisihkan itu akan dibagi lagi menjadi 10% untuk infaq dan shodaqoh, 10% untuk kebutukan yang tak terduga dan 10% untuk rencana investasi.

Bukannya infaq dan shodaqoh hanya 2.5%? betull tapi lebih besar lebih bagus bukan? Ingat hukum Allah, semakin banyak kau memberi maka semakin banyak pula kau menerima… yang benar bukan Take and Give.. tapi Give and Earn ;-) jadi melakukan ‘give’ dulu baru kemudian di ‘earn’ …

Biasakanlah disiplin untuk menerapkan ilmu 30% ini, berapapun kecilnya uang yang masuk, disiplinlah untuk menyisihkan demi masa dengan yang lebih cerah…halahhhh…haha

Menjalankan 2 hal diatas memang tidak mudah, butuh komitmen tinggi dan dukungan dari pasangan kita, tapi itu bukan hal yang mustahil kok. Aku juga sekarang sedang tahap untuk membiasakan diri ‘hidup’ hanya dengan 70%, berat awalnya tapi lama kelamaan kita jadi biasa…

Kalau mood lagi down, aku selalu berpikir, aku melakukan ini demi anak2ku, demi financial freedom dan demi hal2 lain dimasa depan yang lebih menyenangkan. Kalau aku tak memulai sekarang maka akan begini2 saja, apalah artinya berapa bulan demi bertahun-tahun nanti…. InsyaAllah berhasil… ;-)

Monday, November 19, 2007

Keterpaksaan dalam bisnis

Alkisah ada jendral perang bernama Caesar, suatu waktu dia tiba di sebuah pulau yang sunyi ditengah malam yang dingin untuk berperang melawan musuh. Setibanya di pulau itu, pasukannya sedang sibuk untuk menyembunyikan perahu2 mereka agak tidak terlihat oleh musuh dan mereka dapat kembali penggunakan perahu mereka apabila perang telah usai. Tapi apa yang diperintahkan oleh Caesar kepada pasukannya? “bakar seluruh perahu kalian!” perintahnya dengan suara lantang. Biarpun dengan ragu2 pasukan Caesar terpaksa menuruti perintah komandannya. Akhirnya mereka bertempur habis2an karena mereka semua tahu kalau mereka tidak akan dapat keluar dari pulau itu, dan pasukan Caesar menang!!

Kadang untuk memulai bisnis kita harus dihadapkan pada keadaan yang ‘no choice’ agar kreatifitas kita betul2 sepenuhnya keluar dan kita bisa 100% mencurahkan segala usaha dan daya pikiran agar tetap bertahan di bisnis yang telah kita pilih.

Ada orang bilang bahwa untuk menjadikan bisnis kita besar, amat tidak mungkin kita blum pernah perkenalan dengan yang namanya kegagalan. Malah yang lebih ekstrem lagi, kalo blum pernah gagal bearti namanya blum berhasil…

Bisnis pasti ada jatuh bangunnya, pasti ada kendalanya, malah kdang2 kendala itu ga ada habis2nya di tahun2 pertama..ibaratnya masa balita binis itu. Tapi klo kita tabah dan kuat untuk menahan dan berusaha mencari solusi untuk setiap permasalahan itu, maka insyaAllah bisnis kita akan berkembang dan kita juga menjadi orang yang lebih kuat secara mental.

Sistem ‘no choice’ ini juga yang aku pilih untuk memulai usaha, dulu waktu masih TDB, bikin bisnis cuma iseng aja. Ikut pameran cuma iseng, prospek customer klo ada waktu luang, mikirin persoalan bisnis juga setengah2 alias sambilan, yah otomatis hasilnya pun ‘sambilan’ dan ‘iseng’ juga..he..he..he

Tapi setelah ‘perceraianku’ dengan dunia perkantoran yang sudah ber tahun2 memanjakan aku dengan fasilitas, gaji dan tunjangan yang lebih dari cukup, aku ‘terpaksa’ harus memutar otak untuk menggantikan semuanya yang hilang setelah resign kan…. Jadilah aku bisnis apa saja, dari jualan jilbab, catering, penata jilbab, sampe make up artist semuanya dijajalin.. dan alhamdulillah semuanya serius….naahhh kok bisa?? Bisa dongg.. kan sekarang punya banyak waktuuu…yang dulunya lebih dari 12 jam ga ada dirumah, yang dulunya waktu 24 jam itu rasanya kurang banget…. Alhamdulillah sekarang setelah resign semuanya berubah… aku menikmati setiap menit waktuku untuk mengantar Alya ke sekolah, menjemputnya, memikirkan rencana bisnis untuk bisnis2ku, makan siang bersama klien, jalan2 bersama Alya…sampe punya waktu untuk tidur siang kapan saja! Hal yang tidak pernah dilakukan waktu masih ngantor..hebat ga ;-)

Didukung oleh ‘keterpaksaan’ itulah maka kreatifitasku betul2 terasah, aku jadi lebih peka untuk melakukan manuver2 bisnis dan breakthrough agak produkku lebih disukai dan hal2 yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya… seperti lebih perhatian pada klien2ku dll…

Betul adanya bahwa Allah akan membukakan 9 dari 10 pintu rejeki apabila kita berbisnis…alhamdulillah selama aku menjadi TDA, adaaaaa saja rejeki datang dari arah yang betul2 kita tak menduga. Matematika kita dengan Allah amatlah berbeda.. apabila kita tulis diatas kertas pengeluaran kita lebih besar daripada pendapatan dan yang ada adalah angka2 negatif di setiap bulan… tapi Allah mempunyai rencana lain dan pertolongan Allah amatlah dekat untuk hambaNYA yang mau berusaha ;-)

Saturday, November 3, 2007

Serba serbi WAHM

Sudah hampir 1 bulan ini aku dirumah dan berusaha untuk menjalankan aktifitas sebagai work-at-home Mom ato istilah kerennya WAHM;-) tapi ternyata profesi itu tidaklah segampang bayangan.
Dulu waktu masih bekerja di kantor, aku selalu mikir, wah enaknya klo bisa kerja dirumah, bisa menghasilkan uang, plus anak juga terkontrol karena setiap hari pasti ketemu dan tau kegiatan dia dari A sampe Z, dari bangun tidur sampe tidur lagi

Ternyata jadi WAHM itu betul2 butuh dedikasi, komitmen dan semangat yang selalu harus tinggi dan menggebu untuk bisa menyelesaikan tugas2 yang ada. Gimana ga butuh dedikasi tinggi? Lah wong klo dulu di kantor kan selalu ada boss yang watch over our shoulder untuk memastikan bahwa staffnya yang satu ini selalu dalam supervisi dia dan bisa menyelesaikan tugas2 dengan baik dan timely. Nahhh… setelah memutuskan untuk menjadi boss diri sendiri maka otomatis yang pegang peranan watch over kan kita sendiri dan yang jadi staff juga kita sendiri tho…. Nahh disinilah letak kesulitannya…;-)
Yang dulunya bangun pagi harus tenggggg!! Jam 4 pagi, kalo ga bisa2 sampe kantor telat, dan akhirnya di cemberutin boss, sekarang setelah ga ngantor kan bangun jadi males…. Mulai ngerjain tugas juga di entar2in karena inget2 waktu kan masi banyak hehe…(ini dia penyakit hati di postingan sebelumnya)

Yang lebih seru lagi waktu mbaknya Alya dan pembantu blum dateng dari mudik. Alhasil aku harus pinter2 bagi waktu antara pekerjaan domestik seperti ngepel, nyapu, masak, beberes rumah, cuci2, jaga Alya dan pekerjaan non-domestik seperti Financial report dan SOP Accounting yang sudah lama teronggok di atas meja komputer butuh perhatian, dan jilbab2 yang tertumpuk rapi di dalam kontainer siap untuk diberi tag harga ;-) atau dikirim ke toko teman

Baru 2 menit menyalakan computer setelah kucing2an sama Alya *pas dianya lagi sibuk nonton cartoon network* aku berusaha untuk merancang SOP Accounting karena salah satu temen aku minta dibuatkan system Accounting di perusahaannya yang baru berdiri. Ini kan butuh “daya khayal” tinggi niy… alias harus konsentrasi tinggi, ehhhh ga lama setelah mulai ‘on’ Alya lari2 kecil ke arahku dan minta untuk duduk di pangkuanku. Dan seperti yang sudah ditebak semua khalayak..(hahaha) Alya minta aku untuk memasukkan CD game punya dia yang dia juluki ‘prosotan ajaib’ …halahhhh…….hasilnya?? SOP nya harus ngalahhh…..

Pernah juga aku berusaha untuk melakukan ‘pricing’ semua jilbab2ku, karena tadinya aku pikir Alya ga akan melakukan hal2 yang merugikan kegiatan ini ;-) tapi ternyata…. jilbab yang aku keluarkan dari container dan siap untuk di tagging… semuanya dia pake satu persatu, dan alhasil aku harus kejar2an dulu sama dia sebelum jilbab itu akhirnya berhasil aku beri harga

Memang WAHM itu tidaklah mudah, disiplin pada diri sendiri itu jauuuuuuh lebih berat loh ternyata…. Dan klo memang mau maju, disiplin diri itu penting banget. Sekarang aku masih dalam tahap belajar niy, belajar untuk disiplin bekerja, disiplin makan, disiplin tidur dan disiplin senang2…. (yang terakhir enak bangettt hehe)

Karena klo kita sudah bisa menjadi pribadi yang punya disiplin diri yang tinggi maka bisa dipastikan kita bisa juga disiplin kepada orang lain disekitar kita.

Biarpun sekarang aku masih dalam proses ‘PeDeKaTe’ untuk jadi 100% WAHM tapi aku tak akan menyerah biarpun perjalanan kesana tidaklah semudah bayangan. Aku tak akan mengganti my precious time sama Alya menjadi hari2 melelahkan nan panjang di kantor lagi…. Insya Allah ;-)

Wednesday, October 31, 2007

Tak Punya Cukup Waktu

Pernah ga dengar ada orang yang seriiiiiiing sekali bilang "aku ga punya cukup waktu untuk itu...." atau "mana sempattt buat begitu2 lah wong.... " ato jangan2 yang suka bilang itu adalah kita sendiri?? :-)

Ceritanya week-end kemaren, aku, Alya dan suamiku tercinta jalan2 ke toko buku, lagi seneng niy ke toko buku, soalnya sekarang aku lagi membiasakan Alya untuk senang membaca.. nah gimana seorang anak bisa menjadikan membaca itu sehari-hari kalau Papa-Bundanya ga pernah pegang buku? ;-) jadi sekarang dibiasakan, setiap kali pergi, misalnya ke mall niy, klo bisa selalu mampir ke toko buku, entar mau cari2 buku dan ended-up beli sesuatu ato cuman sekedar liat2 buku best seller

Sesampainya di toko buku, Alya dan papanya langsung ngacir ke bagian anak2, aku masih aja 'tertahan' di rak best seller yang memang selalu berada di depan pintu masuk. Dari sana aku langsung jatuh cinta sama buku berjudul "Rich Woman" karangan Kim Kiyosaki. disitu ditulis kalo kebanyakan perempuan (wahh diskriminasi niy) itu selalu mengeluh klo dirinya ga punya cukup waktu untuk melakukan hal2 yang baru diluar rutinitas...

Dan alasan 'ga punya waktu' itu seperti udah kebiasaan aja keluar dari mulut kita setiap kali kita ingin melakukan sesuatu yang 'lebih'. Untuk ibu bekerja di luar rumah, inget anak dirumah, ehh pengen banget bisa tinggal dirumah sekalian biz apaa gitu, tapi untuk langsung resign dari kantor blum berani sebelum usahanya jalan. Untuk itu diharuskan 'mencicil' usaha itu dengan cara, mulai cari2 supplier, mulai brainstorming ide2 apa yah yang bagus... tapi kebanyakan apa alasan ibu2 itu? "aku ga punya cukup waktu untuk itu...". Lain lagi cerita ibu rumah tangga tulen (maksudnya tulen disini ga ada biz lain) katanya pengen punya usaha, katanya stress dirumah cuma berkutat dengan rutinitas ngurus anak, cucian, pembantu, bla bla… tapi disuruh untuk merintis biz bilangnya alasannya “mana punya waktu untuk mikirin yang begituan?? Anak gue aja rewelnya minta ampun klo ga mandi ato makan ama gue?” nah looohh….sama aja kan? Hehehhe..

Kenapa kita ga pernah punya cukup waktu? Karena memang kitanya sendiri yang punya mind set kalo kita ga punya cukup waktu… sebetulnya waktu itu cukup2 aja loh, sehari 24 jam itu sudah standard, jadi knp ada sekelompok orang2 yang mampu untuk membagi waktu mereka dengan mengurus anak, bekerja di kantor, masak untuk suami, dan melakukan biz sambilan? Nah knp kita2 yang hanya punya satu aktifitas saja, mau nambah satu lagi bilang ga punya cukup waktu? ;-)

Contohnya saja, kita tau kalo olahraga sangat dianjurkan untuk tubuh, selain jauh dari penyakit, tubuh kita juga bisa terjaga bentuknya dengan olahraga yang teratur? Tapi seberapa banyak dari kita yang setelah sholat subuh tidur lagi? Bukannya olahraga malah tidur lagi? ;-) Padahal kita semua tau manfaat yang dihasilkan oleh olahraga sangatlah besar…

Semua kuncinya adalah management waktu.. dengan kita tau prioritas mana dari pekerjaan / aktifitas kita yang penting, kita bisa2 saja kok melakukan semuanya…. Seperti menjadi ibu rumah tangga, wanitar karier plus biz owner….(wahh impian ku niy kayanya…;-))

Ini ada 5 tips untuk melakukan management waktu ala Bunda Mia ;-) :

Buang jauh2 rasa malas
Rasa malas itu adalah salah satu sifat negatif yang gampang sekali menular. Mulai dari malas bangun pagi, mau molor lebih lama deh sejaaamm aja, ehh ternyata jadi merembet ke mana2.. ke kantor telat lah, mau beresin rumah telat lah, karena anak sudah keburu bangun.

Jangan menunda pekerjaan
Menunda pekerjaan adalah salah satu penyakit hati. Jadi lakukanlah semua pekerjaan yang dirasa bisa dikerjaan saat ini, lebih bagus lagi klo melakukan pekerjaan2 untuk nanti dan besok…ato malah yang harusnya untuk minggu depan.. ;-)

Biasakan membuat rencana
Melakukan perencanaan untuk apa yang harus dilakukan hari ini ato minggu ini sangatlah dianjurkan. Tentu saja dengan skala prioritas yang kita buat sendiri, jadi kita tau mana yang harus dilakukan sekarang dan mana yang bisa sedikit ‘ditunda’ (ehh tapi bukan ditunda besok loh)

Melakukan evaluasi setiap akhir minggu
Membuat catatan kecil untuk hal2 yang berhasil kita selesaikan dengan baik dan hal2 yang tidak berhasil kita selesaikan dan alasannya di setiap akhir minggu. Seperti laporan pribadi gitu deh… jadi kita tau hal2 apa yang kita tak bisa selesaikan dan apa alasannya. Dengan adanya catatan ini, diharapkan kita bisa meng-evaluasi diri agar hal2 tersebut tidak terulang lagi di hari mendatang

Memberikan reward untuk diri sendiri
Apabila ternyata kita bisa melakukan hal2 yang telah kita rencanakan seminggu penuh, sesuai jadwal dan sesuai harapan, maka janganlah lupa untuk memberika diri sedikit hadiah dengan ‘Me Time’ seperti membeli dvd film kesayangan dan menontonnya, membaca buku yang sudah lama ingin dibaca tapi selalu tertunda, atau ke salon dan spa memanjakan diri seharian….hmmm enaknyaaa….




Sunday, September 16, 2007

Franchise retail shop

Hari kamis pas waktu hari pertama puasa, aku dan suami memang sengaja ambil cuti untuk datang ke acara presentasi franchise salah satu retail shop yang sekarang lagi booming. Sudah lama siy sebenernya kita pengen datang tapi sayangnya presentasi cuman diberikan pada waktu jam kantor... jadi berhubung udah kepengen banget, aku dan suami sepakat untuk ambil cuti dan ber-bondong2 (caelahh...berapa orang siy) kesana untuk mendengarkan presentasi itu.

Tepat jam 12 setelah sholat dhuhur, aku, suami, Alya dan mbaknya berangkat ke lokasi, tuhh betul kan...ber-bondong2 namanya...lah serombongan sirkus diajak semua...hehe... perjalanan yang lumayan jauh bikin agak ngantuk juga, maklum hari pertama puasa, jadi badan masih berusaha menyesuaikan dengan kondisi 'un-makan' haha....bahasa apa pulak itu...

Jam 13.30 akhirnya kita nyampe ke lokasi di daerah Tangerang sana, karena presentasinya jam 14.00 maka ada waktu sekitar 30 menitan untuk kita nunggu sekalian tengok kanan tengok kiri me-lihat2 sekeliling. Aku kepikiran "ck ck bukan main, ternyata kantor pusat dari retail shop yang berjumlah toko ribuan ini lumayan sederhana bentuknya, jauh dari kesan mewah berbentuk gedung2 tinggi di daerah segitiga emas.

Tepat jam 14.00 aku dan suami langsung 'digiring' (halahhh) ke ruang meeting untuk presentasinya. Dijelaskan dari A sampe Z tentang cara menjadi franchisee, apa syarat2nya, apakah sudah punya lokasi, dann....tak lain dan tak bukan..total investasi untuk pembukaan franchise ini berapa. Dan langsung glek! hehe...kita sudah tau siy klo untuk buka franchise ini tidak lah murah tapi biarpun sudah dipersiapkan, waktu penjelasan initial fee tetep aja glek2an hehe....

Setelah presentasi dilakukan selama kurang lebih 2 jam, kami pulang dengan pikiran masing2. Kalau dari penjelasan, tentu saja, investasi ini amat sangat (insya Allah) menguntungkan, secaraaa aku sudah mau resign dari kantor (kalo ini aku ceritain kapan2 ya hehe) dalam waktu dekat. jadi klo kita jadi ambil franchise ini insya Allah akan menjadi passive income kami, dan aku tetep bisa menjalankan usaha jilbab dan mukena yang sekarang lagi 'lucu2nya' jadi masih butuh perhatian ekstra ;-)

Tapi masalah modalnya gimana yah? insya Allah, sekarang aku dan suami berusaha untuk menerapkan ilmu LOA, kita cuman berdoa dan berusaha menangkap peluang apapun itu dan let God do the rest...insya Allah impian kami ini terealisasi....Amien..

Tuesday, September 11, 2007

Jas jus




Mau sedikit cerita niy tentang hasil dari perjuangan wiken kemaren di bazaar apartemen Taman Rasuna। Hari jumat malam, aku sudah gedebak gedebuk tuh nyiapin ini dan itu untuk dibawa besok harinya, karena kan rencana pergi harus pagi2 buta biar dapet moment untuk relax sebelum pembeli pertama dateng. Bazaar kali ini aku rencana ga akan jual produk andalan jilbab aisyah-ku tapi aku jual jus strawberry dan bread mini buatan teman.


Kenapa jus strawberry? karena salah satu temen aku punya strawberry farm di bandung dan dia jual dengan harga yang suppperrr murah, jadi daripada aku pusing mikirin macem2 jus yang mau dijual, mendingan aku jual satu macem jus aja kali yah ;-) tinggal ntar dipilih mau pake susu, vanilla ato ditambahin whip cream...yuuuummyy...

Pulang kantor hari jumat lumayan malem, soalnya hari jumat itu hari terakhir kirim report ke Houston (TDB problem deh ;-( ). Dan hari itu juga aku ada appointment dokter untuk memeriksakan keadaan penyakit asmaku yang blum kunjung sembuh, alhamdulillah sekarang sudah agak mendingan biarpun kadang2 masih 'kumat' ;-)
Tapi mungkin semua sudah diatur olehNya, ternyata dokterku berhalangan jadi aku bisa langsung pulang, sesampainya dirumah, aku langsung potong2 strawberry yang sudah kupesan, biar besok ga repot, pikirku... kebayang ga klo ada yang pesan terus aku barusan potong2 strawberrynya walah...bisa amburadul nantinya.. apalagi aku niy orangnya agak2 panikan...kekekeke....setelah acara potong memotong yang lumayan lama (3 jam lohhh) akhirnya aku dapat kesempatan untuk mencium bau kasur yang aku sudah tunggu2...hehe... sebelum merem sempat lihat jam dan ternyata sudah jam 00.15...doh! mau tidur berapa jam niy klo jam segini aja blum tidur... secaraaa gitu loh, aku niy orangnya ga bisa klo kurang tidur, ntar bawaannya bete dan pasti ga konsen ;-)

Dan ternyata oh ternyata... jadinya kesiangann... jam 5.30 baru bangun, itu pun dengan susah payah hehe... alias badan masih pegel2... tapi inget klo hari ini bazaar pertama, dan pikiran positif kalo bakalan rame jadi pemicu aku untuk bangun dan cepet2 mandi,sholat,beres2 keperluan,dan berangkat..brak bruk brak bruk... hehe...

Sampai di tempat bazaar sekitar jam 7an..wahh sudah rame yah... karena kebanyakan yang sewa stand adalah penghuni kali yee jadi mereka bisa dekor stand mereka malam sebelumnya, dan siap di stand mereka lebih pagi.. nah tinggal turun siyy...

Partner standku datang hampir berbarengan juga sama aku, dan setelah siap2 sedikit kesana dan kemari... padahal blum selesai diatur tuh... udah ada pelanggan beli..alhamdulillah...beli banyak pulak ;-)

pembeli ga usah tunggu sampe siap display 100% karena pas displaynya sudah siapp langsung pada diserbu...alhamdulillah..karena dari awal aku dan partner aku memang rencana jual dengan harga yang amat sangat terjangkau, dan saingan kita lainnya jualnya pada mahal2 banget...jadi kita yang paling laris deh...kekeke....

Pas jam 2 siang, kue yang aku bawa 6 dus tinggal 1 dus tapi knp kok jus strawberry-ku blum pada laku ya? hmm...akhirnya aku iseng aja buat2in jus strawberry dengan berbagai macam model, ada yang pake susu, plain, pake whip cream ato pake ice cream, terus aku taro di nampan dan dijajakan muter2 area oleh si mbak Nia yang serba bisa... (bawa dari rumah niy ;-) )

alhamdulillah ya Allah, hari ini ditutup dengan omzet yang lumayan, biarpun istilahnya kita cuman ambil margin yang superrr tipis, tapi penjualan ternyata bisa lebih cepat. Dari hari pertama saja, kita sudah bisa nutup untuk sewa standnya, masih ada sisa sedikit...

Hari kedua bazaar, kita bisa datang lebih pagi karena lebih matang persiapannya, jadi sudah tau harus gimana dan gimananya. Karena buah strawberrynya sudah menipis, maka aku bawa aja cappucino sachet dari rumah dan rencana mau aku buat ice cappucino blend...mau gaya2 a la St**b*ck's coffee gitu deh... hehe... dan alhamdulillah.. hasil mixed and matched aku berhasil dijual sampe ludes... malahan banyak orang yang pesan. Jadi bagian dapur, yg tak lain adalah aku sendiri, produksi terus niy....

Dari bazaar2 ini pula aku belajar tentang apa itu artinya ikhlas, pasrah dan tawakal karena kalo kita di posisi seperti itu, kita tau dengan pasti bahwa rejeki itu pasti sudah ada yang menakar, tidak akan pernah salah alamat sedikitpun... Biarpun pembeli sudah ok banget niy, nawar kesana kemari, sampe sudah ngeluarin dompet, tapi klo memang itu bukan rejeki kita ya tidak akan pernah jadi membeli...

Aku punya pengalaman unik di bazaar Rasuna ini, pada waktu penutupan bazaar hari kedua, aku sedikit kecewa karena kue2 kecil dagangan aku ada 2 dus yang blum laku. Kemudia aku letakkan kue2 tersebut di dalam kemasan cantik dan aku tuliskan 'Sale 50%'. Setiap orang yang lewat aku tawarkan, tapi sampe hampir pulang banget, tidak satu orangpun yang mau... ya sudah aku cuman bisa pasrah, mungkin memang kue itu sudah 'jalan'nya buat aku bawa pulang.... ehh kurang 1 menit sebelum kue itu aku 'wrap-up' dan angkat dari display, ada ibu2 mendekat dan tanpa menanyakan harganya, langsung diboyong semua kueku....alhamdulillah... ;-)

Thursday, September 6, 2007

Bunda Abad 21

Terinspirasi topik yang sempat di bahas di salah satu milis yang aku ikuti, aku jadi kepikiran juga klo ternyata yang ditulis itu kebanyakan memang betul adanya...:D

Kalo dibandingkan ibu2 jaman kita dulu dan jaman sekarang (yah kita ini) pasti sudah berubah 180 derajat. Dulu, emak2 kita nyante aja punya anak 4, 6, 7 dst dst, dan teteppp anak2nya bisa kepegang semua, tapi coba kita aja punya anak satu udah pusing tujuh keliling. Dulu perempuan masih jarang yang kerja diluar rumah (ngantor), terlepas dari masalah penghasilan suami cukup ato ga yah, tapi malah setelah diamati, sekarang ini, banyak juga kok perempuan yang rela kerja diluar rumah biarpun sebenarnya penghasilan suami sudah lebih dari cukup, buat aktualisasi diri...katanya, biar gaul, nambah networking dll, segala macam alasan untuk itu...

coba sekarang aku cerita sedikit tentang keluarga mungilku ini :D
Dulu sebelum nikah aku sudah kerja kantoran, dan model kerjanya bukan yang tenggo karena dulu aku kerja jadi Even Organizer yang pasti waktunya ga tentu, terserah klien mau ketemu jam berapa dan hari apa, mau jam 11 malem di hari rabo juga hayoo.. mau ketemu jam 7 pagi di hari minggu juga ga boleh nolak.. kasiaan deh gue...

Terus setelah hampir 2 tahun di EO, aku mulai kepikiran buat cari kerjaan yang sesuai sama pendidikanku, yah sekolah udah jauh2 dan susah2 kok malah jadi EO, itu dulu pikirku... jadilah aku jadi Auditor..wahh accounting banget kan tuh..hahaha... for everyone info, auditor adalah kawah candradimuka buat para Accountants...haha.. pulang boro2 tenggo, pulang jam 9 malem aja udah dibilang 'soree amatt' haha... eniwe, akhirnya aku sekarang terdampar lagi di perusahaan minyak setelah 3 tahun berkutat jadi auditor, karena si kecil kasian klo ditinggal terus (sering keluar kota boo). Di tempat yang baru ini juga ga kalah sibuk, cuman aku masih bisa mampet2in waktunya dari jam 8 sampe jam 5 sore teng..ga boleh nengok2 dan ga boleh terlalu banyak haha hihi...dijamin kerjaan kelarrr...dan bisa pulang tenggo bertemu suami dan anak tercinta.. ato lebih tepatnya melakukan my 'real' job... ;-)

Bukannya ga sadar, sadar se sadar sadarnya klo kerjaan di kantor niy harus tetap konsisten dan commit buat bisa selesai on time, tapi yah berhubung ada niatan dan sekarang sudah 'terlanjur' action di biz jilbab dan perlengkapan muslim, maka aku harus bisa juga curi2 waktu di kantor buat sekedar blog walking, update blog biz, tulis sales letter, bales2in email pelanggan, telfon2 supplier dll. Wahh..yang dulunya ga boleh haha hihi sedikitpun, ehh sekarang setelah ditambahin untuk ngerjain 'my biz' malah semakin ga napas bukan? tapi enjoy ajaa...

Sekarang malah lebih asik lagi, sudah 3 minggu terakhir ini, aku selalu ikutan bazaar, entah itu di pengajian Uje, di Kemang Festival dan minggu ini di Festival Merdeka di Apartemen Rasuna - Kuningan. Kebayang ga gimana hecticnya mikirin persiapan bazaar di sela2 waktu dikantor, dan klo butuh ini dan itu harus betul2 dipersiapkan seminggu sebelumnya, ato malam, kalo masih buka... tapi kebanyakan siy tempat2 murmer buat kulakan kan bukanya siang tho.... jadi aku harus cuti, tapi klo terlalu banyak cuti juga ada yang ngambek booo... hahaha....

Lain lagi 'happy' problem dirumah, berhubung selalu di doktrin ibuku tercinta klo sebagai istri itu harus 'melayani' suami dengan sebaik-baiknya, se-iklas2nya kita.. maka setiap pagi aku bangun jam 04:00 buat nyiapin sarapan, baju2 dia dan alat2 mandinya... nah emang mandi di sungai apa? haha... maksudnya ambilin handuknya gitu loh... dan sarapannya siy bukan yang aneh2 kok, cuman palingan roti ama havermouth aja... pembantu siy ada, cuman rasanya kurang sreg aja klo minta pembantu yang nyiapin itu semua untuk suamiku...

setelah itu beres, aku langsung mandi, dandan dan siap2 ke kantor. Kalo hari kamis, si kecil biasanya kita anterin ke sekolah jadi jam 06:00 Alya harus mandi dan selaluuu...kalo liat bundanya lagi heboh nyiapin buat ini dan itu, Alya langsung aja mogok mandi sama mbaknya..dan pasti bilang "mau mandi sama Bundaaaa...." dulu siy aku ga antisipasi, jadi akunya belum siap, Alya udah merengek minta dimandiin aku, wahh... jadinya heboh. Tapi sekarang aku sudah antisipasi, by getting up an hour early so that i'll be ready for two of my jagoan kecil kalo2 mereka butuh sesuatu. Nah... jadi sekarang mandiin Alya kan ceritanya.... setelah mandi, terus dia pake baju (tapi kali ini sama mbaknya). Acara dia selanjutnya adalah sarapan... untunngg aku punya baby sitter yang tanggap dan cekatan, jadi dia sudah siapin semua keperluan Alya seperti sarapan, sepatu, baju seragam dll, coba klo dia ga ada..waduuuuuh...ga kebayang.. :D

Tapi jangan dianggap Baby sitter dan pembantu ga masuk hitungan masalah buat Bunda abad 21 ya. Mbaknya Alya ini punya pacar lebih dari satu, kadang sampe bingung, niy anak ijin pergi sama yang ini, nah terus yang itu telfon kerumah nyariin, katanya ga pergi sama dia *bingung ga*. Selalu tebar pesona kemana2 sampe ditiap sudut kota pasti ada yang pernah ada 'story' sama dia...hahahahha... nah kalo pembantu ku yang super diem namanya Nia itu, anaknya ga terlalu bermasalah, cuman kadang berhubung dia itu terlalu kalem dan pelaaaaaaan banget klo ngomong kadang aku klo ga pake kacamata ga terlalu ngerti apa yang dia omongin. Kalo aku pake kacamata kan at least aku bisa baca gerak bibirnya karena mengandalkan kuping aja kayanya ga mungkin. Tapi klo lagi di rumah dan kebetulan ga pake kacamata, aduhh aku sampe tanya berkali-kali.. "apa?? apa??" hehehe... tapi despite of all.. anaknya ga terlalu banyak tingkah, rajin dan rapi...alhamdulillah I've got her

Belum lagi belanja, menu hari ini, cucian luntur, pampers anak, kakak ipar, mertuhe, orang tua sendiri, kakak-adik....waaaaa.... memang jadi bunda itu ga gampang, apalagi bunda dengan segudang aktifitas disamping rumah tangga, tapi itu semua bukan mustahil.. untuk menjadi bunda yang berkarya

Monday, September 3, 2007

Bazaar Uje - Mesjid Pondok Indah


menuruti saran pembaca2 setia blog ku yang sudah protes knp kok blognya blum di update terus, baik itu lewat messenger, sms, telfon ato email, makaa... eng ing eng.. niy update-an yang paling baru ;-)

tanggal 20 Agustus kemaren, aku ikut bazar pengajian Ustad Jeffry Al Buchory di Masjid Pondok Indah. Biarpun taunya mendadak dan ga terlalu cukup persiapan, tapi alhamdulillah bazaarnya berjalan lancar. Malah istri Uje sendiri yang borong banyak banget jilbab2 ku...alhamdulillah. Dari perkiraan siy bazaar ini ga se dasyat yang diperkirakan, tapi alhamdulillah at least sewa stand ketutup (hehe...kok targetnya rendah amat ya). Bazaar yang dimulai pukul 10 pagi hingga 10 malam. aku datang jam 8 pagi, wah bangga niy, lumayan pagi hehe... 2 jam sebelum acara, tapi ternyata, perjalanan ke tempat bazaar aku di teror telephone dan sms dari para partner sharing bazaar ku, mereka bilang "mi mana siy loe? kok blum nongol, kita disini dari jam 6.30 niy" wakkk....ternyata ada yang lebih pagi lagi yah...yah maap

Pas nyampe jam 8an, para 'partners' sudah duduk manis dan dagangan mereka sudah ditata rapi, tinggal aku aja yang gedebak gedebuk sendirian display jilbab, gantung2in mukena dan pasang2 beberapa jilbab ke manekin. setelah di atur kurang lebih 1 jam, akhirnya aku dan si 'emba' yang senantiasa setia menemani langsung duduk selonjorr...lumayan..olahraga...

Penjualan di bazaar ini sedikit merembet tapi akhirnya pecah telor jam 11 siang..alhamdulillah. Tapi setelah itu lumayan lama sampe akhirnya ada transaksi lagi. Sekitar jam 3 sore, istri Uje, Upiek, melihat-lihat mukena daganganku dan tertarik untuk membeli yang berwarna pink, alhamdulillah... tapi kok yah sayang, aku lupa bawa kamera jadi ga sempat foto2 deh sama beliau ;-)

Cuaca kurang bersahabat hari itu, hujan datang beberapa kali, jadi daganganku yang diluar tenda kadang harus digotong masuk, kalo hujan reda diboyong keluar lagi hehe... dan bazaar kali ini ditutup dengan muka lusuh, kucel, bau apek karena ga mandi seharian, tapi tetap semangat karena penjualan yang lumayan...alhamdulillah...


Sunday, August 12, 2007

Stay(not)-at-home Mom

Jam 5.30 teng! waktu matahari aja masih malu2 buat menampakkan diri, aku dan suamiku harus bergegas klo ga mau 'ketangkep' sama macet yang kadang tak tau diri. Kalo kita berangkat jam 5.30, maka aku sampe kantor jam 6.00!! bayangin boww... jam segitu siy saingan ama cleaning service. Tapi klo ga berangkat jam segitu, yang ada suamiku, yang kantornya di daerah macet sedunia, bakalan nyampe kantor mungkin2 jam 10..hehe..

Tiap pagi, Alya duduk di teras rumah dan ber-dadah2 melambaikan tangan untuk bunda dan papanya. Kadang juga Alya nangis gara2 pengen ikut bunda dan papanya pergi, aduh rasanya pengen ikut nangis juga klo ngeliat Alya nangis. Perang batin yah jreng... tapi gimana lagi, aku harus tetep pergi.. buat ..ngantor... membuat kaya orang lain, 'nyusu' pada orang lain kalo katanya temen2 entrepreneur...

Kapan yah aku bisa jadi memenuhi keinginan (aku dan Alya) untuk dirumah dan berwirausaha aja deh... ngapain gitu, toh peluang itu sebenarnya banyak kan? cuman kita aja yang kadang kurang peka (atau males??) untuk menangkapnya.

Target terakhir siy (as of this morning) pengennya setelah lebaran mengajukan resign dari kantor dan mulai usaha sendiri... loh kok abis lebaran? kaya mbak2 aja hihihi..

The question pop up my head, IF i am a stay at home mom, then would I be the better mom? we'll find out