Ahlan Wa Sahlan Ramadhan...
beda sama bulan-bulan Ramadhan yang lalu, rasanya nano nano Ramadhan kali ini...
antara excited, heboh, nervous, deg-degan... dah semua rasanya
Excited karena kita memasuki Ramadhan, bulan suci yang penuh berkah, kebaikan yang kita lakukan akan diganjar oleh pahala berlipat oleh Allah SWT, amin....
ettt ettt ettt... tapi jangan salah, kejahatan / dosa yang kita lakukan di bulan Ramadhan juga akan diganjar secara berlipat-lipat pula... :D
Heboh... menyiapkan semua persiapan yang bisa dicicil dari jauh-jauh hari seperti stok dan sistem penjualan toko yang harusnya rapi dan terstruktur, jadi ga ada ke keos-an di pertengahan Ramadhan... insyaAllah...
Nervous dan deg-degan, nah ini lebih tepatnya untuk post-Ramadhan, soalnya my long-life nanny akan segera mengambil masa pensiunnya....... sapa takuttt?? akuuuuu...... :D
Angel side : tenang Mia, you can do it, toh sudah makanan sehari-hari bertangan gurita kan?
Darker side : ...huhuhuhu.... no more Me-Time di siang bolong .... hehehe
Eniwei..... apapun itu, bagaimanapun itu.... insyaAllah bisa dilakuin selama Ramadhan dan post-Ramadhan ya.... toh ada yang punya anak 7 bisa ke handle semua kan?? *gimana caranya ya?.. mikir booo*
Oh ya ini ada sedikit tips untuk Ramadhan yang lebih barokah dan berpahala... amin...
1. Sahur mendekati subuh
Selain mengikuti Sunnah Rasul, ternyata sahur menjelang subuh banyak manfaatnya, salah satunya kita jadi lebih kuat dalam menjalani ibadah puasa dalam hal lapar dan haus.... logikanya, karena makannya mepet banget dari waktu terbit matahari, plus dapat pahala soalnya mengikuti Sunnah Rosul... insyaAllah
2. Jangan tidur setelah sahur
Tidur setelah makan sahur hanya akan membuat tubuh kita lemas dan kurang bergairah untuk menjalani aktifitas kita, biasakan untuk olahraga ringan setelah sahur, ato kalopun males (gue bangettt) bisa diisi 'belanja' pahala dengan membaca al-qur'an dan dzikir hingga matahari terbit, ga lemes, dan pahalanya.. jangan ditanya :D
3. Show must go On, jangan tidur melulu nunggu waktu berbuka
Ada yang bilang tidurnya orang berpuasa adalah ibadah... hmm... ya bener sii... tidur lebih bagus daripada gosip... tapii.. alangkah baiknya klo dibanding tidur, kita menyibukkan diri kita dengan melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan pahala. Sebenernya apapun itu akan menjadi pahala asalkan disertai dengan niat yang baik dan yang dikerjakan juga baik ya... :D
Bekerja, ngurus anak, menyiapkan makanan berbuka, belanja kebutuhan rumah tangga, semuanya bisa jadi pahala loh.... dan usahakan untuk membaca Al-qur'an setelah habis sholat, manfaatnya bukan main, bisa dirasakan sekarang dan nanti insyaAllah
4. Berbukalah dengan yang manis
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk berbuka dengan kurma, klo ga ada bisa dengan air putih.... tapiii...berhubung dirikyu ga suka kurma, jadi ya dengan teh manis hangat, klo bisa jangan dingin, karena selama berpuasa, tenggorokan kita kebanyakan kering karena kurangnya 'asupan', air yang bersuhu dingin hanya akan membuat tenggorokan kita rentan terhadap radang, sayang dong klo selama Ramadhan ada hari-hari yang kita sakit radang tenggorokan... :(
Kadar gula dalam minuman / makanan yang manis juga bagus untuk menggantikan kadar gula yang turun selama 12 jam kita berpuasa
5. Jangan berbuka berlebihan
Selama lebih dari 12 jam tubuh kita 'istirahat' karena ga ada asupan makanan, sebaiknya kita bijak bila waktunya berbuka. Jangan langsung disikat makanan berat ya.... istilahnya gini, orang yang baru bangun tidur terus disuruh lari gimana? sempoyongan kan pasti? hehehe...
nah tubuh kita diibaratkan orang yang sedang tidur, karena kebanyakan organ tubuh kita beristirahat selama berpuasa, dan pada waktu berbuka, organ-organ pencernaan kita akan mulai bekerja lagi untuk mencerna makanan. Jadi... isi dengan yang ringan2 dulu, pemanasan deh istilahnya... Kalo langsung diisi makanan berat, pasti badan akan langsung lemas dan ngantuk.... karena, semua energi tubuh akan berpusat untuk mencerna makanan yang kita makan selama berbuka, akhirnya asupan oksigen ke otak berkurang, judulnya... ngantukk habis buka... weleh.. kelewat deh sholat Tarawih di mesjid dan kelewat deh pahala sholat semalam suntuk :D
6. Usahakan tidur 2 jam setelah makan 'besar'
Beri waktu untuk tubuh mencerna makanan sebelum tidur, kalo habis makan tidur, tubuh ga akan maksimal mencerna makanan yang kita makan, hasilnya.... akan disetor abessss ke tempat 'penyimpanan' dan jadi lemak deh.... mbak2 dan ibu2 pasti paling bete niy klo udah kaya gini, kan ntar baju lebaran ga muattt....hehehe
7. Usahakan tidur cukup
Biarpun harus bangun untuk sahur, kebutuhan tidur harus tetap tercukupi ya, kalo tidur kurang (kebalikan dari no 3) ibadah kita juga ga bisa khusyuk soalnya ngantuk mulu :D
Curi waktu beberapa menit untuk tidur siang juga bagus sebagai pengembali stamina... tapi jangan lama2 yaa... 30 menit tidur siang itu cukup, malah klo tidur siang ber jam-jam bukannya seger malah tambah lemes.... :D
InsyaAllah tips2nya bisa membuat ibadah kita di bulan Ramadhan ini semakin baik dan mendapatkan ganjaran yang dijanjikan oleh Allah SWT, amin....
Showing posts with label Tips Dan Informasi. Show all posts
Showing posts with label Tips Dan Informasi. Show all posts
Tuesday, August 10, 2010
Wednesday, January 27, 2010
Menerima Pembayaran melalui Western Union
Berhubung banyak yang tanya either email, sms, chatting, tentang penerimaan pembayaran luar negeri memakai western union, makanya aku akan sharing sedikit disini ya... ;-)Namanya juga sharing, ini hal2 yang sudah kejadian, kalo ada yang kurang / aku blum tau tolong kasih tau ya... langsung aja di towel terus dibilangin...xixixi
Ini FAQ yang sering banget ditanyakan ke aku... aku kasih kutipannya ya...
Apa itu western union ?
Western union itu wessel untuk mengirimkan uang / menerima uang dari luar negeri. Pembayaran memakai western union (WU) ini adalah cara melakukan transfer uang dengan simpel, karena si penerima tidak perlu mempunyai rekening khusus di bank tertentu
Informasi apa saja yang diperlukan ?
Penerima hanya perlu memberikan data2 nama lengkap, alamat rumah, nomor KTP, nomor HP dan jumlah yang harus ditransfer (tentu doong...hehe). Dan penerima harus mengetahui dengan bener dan lengkap nama pengirim WU, alamat pengirim, nomor HP dan ID (kalau ada). Setelah pengirim WU melakukan transfer, pengirim akan memberikan nomor WU (atau disebut nomor MTCN) kepada penerima. nomor mtcn ini adalah referensi number yang akan digunakan oleh penerima untuk mengambil uang tersebut.
Prosedur pengambilannya bagaimana ?
Setelah mendapat nomor mtcn dari pengirim WU, penerima bisa datang ke bank, kantor pos besar, dan tempat lain yang mempunyai tanda Western Union. Hanya bank-bank tertentu yang melayani Western Union ya, jadi dilihat apakah tanda Western Union terpampang di depan bank yang dimaksud.
Pengirim kemudian menghubungi orang yang melayani khusus WU (customer service kalau di bank dan ada loket khusus kalau di kantor pos), dan memberikan nomor MTCN, jumlah yang ditransfer (dalam mata uang lokal), nama lengkap, alamat, nomor hp dan ID (kalau ada) si pengirim.
Catatan : informasi data pengirim jangan sampai salah, karena bisa jadi salah satu huruf saja, pencairan WU tidak dapat dilakukan, karena termasuk dalam bagian security.
Apakah kita meminta pembayaran WU dalam jumlah rupiah atau sesuai dengan currency negara pengirim WU?
Sebenarnya WU bisa diminta dalam berbagai currency. Contoh, pembeli dari malaysia, dan WU akan diambil di Indonesia, sebaiknya penerima WU meminta pembayaran dalam bentuk rupiah, jadi pada waktu penghitungan total pembelanjaan, penjual sudah menghitungkan dalam jumlah rupiah.
Pembayaran WU bukan dalam bentuk mata uang lokal akan membuat kita exchange loss dikarenakan kurs jual-beli yang akan dikenakan bank pada saat pengambilan. Jadi lebih baik minta dibayarkan dalam mata uang rupiah saja.
Pengambilan WU ada biayanya ?
Setiap kali pengambilan, biasanya dikenakan biaya materei sebesar Rp 3,000 / Rp 6,000, tergantung tempat dimana kita mengambilnya.
Bagaimana apabila informasi yang kita berikan salah ?
Apabila informasi untuk pengambilan WU salah dan menyebabkan WU kita tidak dapat diambil, tidak ada jalan lain selain mendapatkan informasi seperti alamat, nama pengirim dan lainnya dari pengirim WU, karena pihak bank / kantor pos tidak akan mencairkan WU kita apabila informasi yang kita berikan tidak sesuai dengan data pengirim WU pada sistem mereka.
Semoga bermanfaat... ;-)
Subscribe to:
Posts (Atom)